Minggu, 16 Mei 2010

Pelajaran 20 Keterlibatanku dalam Pelayanan Gereja

Tujuan Pelajaran
Pada akhir pelajaran siswa dapat:
  1. Menyebutkan berbagai wadah, organisasi, dan organisasi, dan kelompok pelayanan Gereja yang biasa dilakukan oleh remaja
  2. Menjelaskan semangat yang harus mendasari keterlibatan dalam pelayanan dan
  3. Memberikan contoh keterlibatan remaja seusia mereka dalam pelayanan Gereja
Ringkasan Materi
Dalam suatu kelompok umumnya semua anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama, walaupun fungsi atau jabatannya berbeda-beda. Tentu saja dalam pelaksanaannya setiap kelompok mengatur hak dan kewajiban itu secara bijaksana. Bagi anggota yang memiliki fisik lemah tentu akan sedikit sekali dilibatkan dalam tugas-tugas yang memerlukan kekuatan otot. Anggota-anggota yang memiliki pemikiran kritis dan cemerlang akan lebih banyak dilibatkan untuk perencanaan dan perumusan-perumusan suatu masalah. Akan tetapi pada dasarnya semua ikut terlibat demi tujuan bersama.

Sebagai persekutuan, anggota Gereja memiliki latar belakang yang beraneka ragam. Ada yang memiliki kemampuan lebih besar dan lebih banyak, ada yang memiliki kemampuan terbatas dan masih harus terus banyak belajar. Akan tetapi berkat pembaptisan, mereka mempunyai martabat yang sama. Panggilan dan perutusan mereka sebagai anggota Gereja sama, walaupun diwujudkan dalam cara dan bentuk yang berbeda.

Dalam Gereja, kita mengenal banyak wadah dan bentuk pelayanan yang melibatkan remaja, misalnya: Putra putri Altar, Legio Maria Yunior, Roses, Anthiok, Remaja Katolik, Kelompok Paduan Suara Remaja, Kelompok Pendalaman Alkitab Remaja, Bina Iman Katolik Paroki, dll. Melalui berbagai wadah dan kegiatan tersebut, Gereja mengharapkan agar remaja berkembang dalam iman dan kepribadian sebagai murid-murid Kristus, melatih diri untuk menjadi kader-kader pemimpin Gereja dan masyarakat, dan mengasah kepedulian terhadap sesama.

Motivasi seseorang ikut kegiatan bisa jadi pada awalnya sangat sederhana, misalnya untuk mengisi waktu luang, menghindari tugas di rumah, ingin mempunyai banyak kenalan dsb. Akan tetapi diharapkan motivasi itu berkembang ke arah yang lebih baik.

Remaja dapat belajar dari ajaran Gereja yang menyatakan "kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang jaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga" (Gaudium et Spes art 1). Kegiatan pelayanan muncul bila ada ketimpangan dalam masyarakat yang menurut dirinya sebagai murid Kristus harus berbuat sesuatu ada perasaan tidak puas bila ada yang belum terlayani (Kis 6: 1-7).

Gereja sangat mendukung wadah/organisasi kelompok kegiatan pelayanan remaja, sekaligus berharap agar remaja berkembang dalam iman dan kepribadian sebagai murid-murid Yesus. Melalui wadah dan kegiatan tersebut, remaja dapat melatih diri menjadi kader-kader pemimpin Gereja dan masyarakat serta mengasah kepedulian terhadap sesama. Banyak suka dan duka dalam kegaitan kelompok serta ada banyak tantangan baik dari diri sendiri orang lain maupun dari kelompok lain.

Melayani sesama bukan hanya tugas orang katolik, melainkan tugas semua orang dari agama apapun. Akan tetapi pelayanan seseorang akan sangat diwarnai oleh imannya.
Ciri-ciri semangat pelayanan yang perlu dimiliki oleh murid-murid Kristus dalam melakukan kegiatan pelayanannya adalah sebagai berikut:
  1. Dilandasi dengan semangat rendah hati. Berkali-kali Yesus menegaskan hal ini kepada para muridNya, karena itulah yang dikehendaki oleh Bapa (Mrk 9: 35; Yoh 4: 34)
  2. Pelayanan adalah perwujudan kasih kepada Bapa. Pelayanan Kristiani bukan berdasarkan ketaatan atau ketakutan kepada pemerintah atau siapapun melainkan demi mewujudkan kasih kepada Allah melalui kasih kepada sesama (mat 12: 37)
  3. Demi kemuliaan Bapa. Pelayanan kita bukan demi nama baik diri sendiri atau Gereja, melainkan demi meluhurkan dan memuiliakan Allah sendiri (Yoh 15: 8)
  4. Mengambil bagian dalam sengsara Kristus. Hal itu diingatkan oleh Yesus dalam sabdaNya: "Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu lakukan untuk Aku" (Mat 25: 40)
KUTIPAN
Gaudium et Spes art 1
kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.

Kisah Para Rasul 6: 1-7
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi uang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman ALlah untuk melayani meja. Karena itu saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antara kamu, yang terkenal baik dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman" Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, sorang penganut agama Yahudi dari Anthiokia. Mereka itu dihadapkan kepada rasuk-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Refleksi
  1. Jelaskan ciri-ciri pelayanan yang perlu dimiliki oleh murid-murid Kristus dalam melakukan kegiatannya!
  2. Menurut pengamatanmu, apakah kaum remaja sudah terlibat dalam pelayanan baikdalam Gereja maupun dalam masyarakat? Berilah contoh! Mengapa hal itu terjadi?
  3. Jelaskan pendapatmu akan pernyataan berikut "Remaja tidak seharusnya terlibat dalam pelayanan Gereja karena tugas mereka adalah belajar dengan baik. Pelayanan Gereja adalah tanggung jawab orang dewasa, terutama para uskup, pator dan tokoh umat"!

Pelajaran 19 Kegiatan Pelayanan Gereja



Tujuan Pelajaran
Pada akhir pelajaran siswa dapat:
  1. Mengelompokkan kegiatan pelayanan yang dilakukan umat ke dalam empat fungsi pelayanan Gereja
  2. Menjelaskan empat fungsi pelayanan Gereja: liturgia, diakonia, koinonia dan kerygma serta hubungannya satu sama lain
  3. Menjelaskan kaitan antara karya Gereja dan tugas perutusan Yesus
Ringkasan Materi
Gereja sebagai komunitas orang yang beriman kepada Kristus memiliki visi yang diwujudkan dalam misi/ kegiatan yang khas. Visi utama Gereja aialah untuk mewujudkan Kerajaan Allah sebagaimana yang diwartakan oleh pendirinya, Yesus kristus. mewujudkan Kerajaan Allah berarti mengupayakan situasi kehidupan yang diwarnai oleh cinta akan Allah, damai, persaudaraan, dan keharmonisan. Oleh Gereja, visi tersebut diwujudkan melalui sedikitnya empat fungsi pelayanan yaitu liturgia, diakonia, koinonia, dan kerygma.
  1. Liturgia (pengudusan) adalah segala bentuk kegiatan ibadat kepada Tuhan yang dilakukan oleh umat, baik secara pribadi ataupun bersama baik sakramen maupun yang bukan sakramen. Contoh dari pelayanan liturgia adalah perayaan ekarsti, ibadat lingkungan, doa bersama dll.
  2. Diakonia (Pelayanan) adalah segala bentuk pelayanan kepada semua orang yang membutuhkan pertolongan atau pelayanan. Umat beriman saling melayani dan memperhatikan kebutuhan sesamanya, baik yang seiman maupun setiap orang yang membutuhkan. Contoh dari pelayanan diakonia adalah badan amal, poliklinik, Rumah Sakit, dana solidaritas, dana papa, rumah jompo,yayasan yatim piatu dll.
  3. Koinonia (Pembinaan Persekutuan) adalah segala usaha untuk semakin mewujudkan dan mengukuhkan persaudaraan murid-murid Kristus dengan saling membantu, berbagi, memperhatikan, memberi, menerima dan saling mencukupi demi kesejahteraan bersama dalam komunitas. Contoh dari pelayanan koinonia adalah mengunjungi orang sakit, kegiatan PIA, Pembinaan Remaja,Kunjungan pastoral dll
  4. Kerygma (Pewartaan) adalah segala bentuk pewartaan, pengajaran iman dan komunikasi iman untuk saling meneguhkan, berbagi pengalaman iman dan saling meluruskan pandangan iman. Setiap orang yang menerima pewartaan Kristus dan mengemban tugas pewartaan seperti yang telah diperintahkan oleh Yesus kristus. Contoh dari pelayanan kerygma adalah katekese, pendalaman iman lingkungan dll.
Allah telah memperlengkapi kita dengan kemampuan-kemampuan khusus untuk melakukan pelayanaan baik pelayanan bagi Gereja maupun sesama. Segala bentuk keterlibatan dan pelayanan kita sebagai Gereja adalah untuk pengembangan dan perwujudan iman sehingga kita semakin beriman kepada Allah. Paulus juga menegaskan bahwa keterlibatan seseorang dalam pelayanan merupakan tanda kedewasaan iman seseorang. Dengan terlibat dalam kegiatan pelayanan Gereja kita turut serta dalam karya perutusan Yesus Kristus: mewartakan Injil Kerajaan Allah. Setiap orang Kristen dipanggil untuk melakukannya.

KUTIPAN
Efesus 4: 11-16
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala. Dari padaNyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Refleksi
  1. Jeaskan empat fungsi pelayanan Gereja!
  2. Jelaskan pendapatmu atas pernyataan berikut, "Bila Gereja membantu sesama yang tidak Katolik hal itu bertujuan agar mereka mau menjadi katolik"!
  3. Berikan usul kegiatan pelayanan yang seharusnya dilakukan oleh Gereja pada zaman sekarang untuk mewujudkan masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah!

Rabu, 05 Mei 2010

Pelajaran 18 Sakramen Pengurapan Orang Sakit


Tujuan Pelajaran
Pada akhir pelajaran siswa dapat:
  1. Menjelaskan perasaan dan harapan orang yang menderita sakit
  2. Menjelaskan sikap yang muncul pada saat orang sedang menderita sakit
  3. Menunjukkan landasan biblis munculnya sakramen pengurapan orang sakit
  4. Menjelaskan mengenai sakramen orang sakit dan maknanya
  5. menyusun refleksi atas laporan kunjungan pada orang sakit.
Ringkasan Materi
Setiap orang mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap hidup. Itulah sebabnya mereka selalu berusaha dengan berbagai cara agar tetap sehat dan berupaya mengenyahkan hal-hal yang dapat mengancam hidupnya. Akan tetapi ada kalanya manusia akhirnya sakit bahkan sekarat. Dalam keadaan sakit manusia menyadari ketidakmampuan, keterbatasan, dan kefanaannya.

Pengalaman sakit disikapi oleh setiap orang secara berbeda-beda. Ada sebagaian orang yang senantiasa mengeluh dengan sakit yang dideritanya, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, merasa dibuang, ditinggalkan sanak keluarga merasa takut kalau-kalau dia mati, dsb. sikap-sikap tersebut cenderung menutup diri untuk sesama yang lain, putus asa dan memberontak kepada Tuhan. Namun ada pula sebagian orang yang menyikapinya secara positif, yaitu dengan menyesali perbuatan-perbuatan yang keliru di masa lalu, banyak berdoa dan berserah diri. Dalam ketidak berdayaannya itu, ia mencari sesama dan Tuhan.

Aapun sikap mereka, sebenarnya yang mereka butuhkan adalah dukungan dan kehadiran orang-orang yang terdekat dengan mereka misalnya keluarga, teman, sahabat, saudara, dll. Mereka membutuhkan orang-orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya dan yang siap menbantu dan melayaninya. Semuanya itu dapat meringankan penderitaannya.

Siapa yang berhak menerima sakramen pengurapan?
Orang yang berhak menerima sakramen penguraan adalah orang mengalami sakit parah atau sedang mengalami bahaya maut dan biasanya orang yang sedang mengalami menghadapi operasi besar.

Berapa kali sakramen Krisma dapat diterima?
Pada saat orang mengalami sakit berat atau dalam keadaan sekarat, orang dapat menerima sakramen pengurapan. Bila orang yang sudah menerima sakramen pengurapan dinyatakan sembuh, ia diperbolehkan lagi menerimanya apabila mereka mengalami sakit berat lagi di kemudian hari.

Bagaimana Sakramen pengurapan dirayakan?
  1. Sakramen pengurapan bisa dilakukan di gereja, rumah ataupun rumah sakit.
  2. Penerimaan sakramen ini diawali dengan pemberian sakramen tobat, mendoakan orang sakit, menerima pengurapan dan bila memungkinan bisa dilakukan penerimaan ekaristi.
  3. Simbol pokok dalam sakramen ini adalah Imam meletakkan tangan ke atas orang sakit sambil berdoa bagi si sakit dilanjutkan pengurapan dengan minyak.
Apa makna sakramen pengurapan?
  1. Sakramen pengurapan menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang menjadikan si penerima mempunyai kekuatan, ketenangan dan kebesaran hati untuk mengatasi kesulitan akibat sakit berat atau karena kelemahan akibat usia lanjut. Roh kudus memperbaharui dan menguatkan harapanserta imannya kepada Allah sehingga ia tidak putus asa dan takut pada kematia. Kekuatan Roh Kudus ini dapat pula membawa kesembuhan jiwa dan raga, maka bila bertobat akan diampuni dosanya.
  2. Sakramen pengurapan mengajak si penerima untuk mempersatukan penderitaan yang dialamainya dengan penderitaan Yesus Kristus. Dengan bercermin kepada sengsara Kristus ia dapat memikul penderitaannya, dengan penyerahan diri secara total kepada Bapa. Kalaupun pada akhirnya kematian merenggut dirinya, ia akan beroleh kebangkitan bersama Kristus.
  3. Sakramen pengurapan menganugerahkan rahmat Gerejani. Keikutsertaan dalam penderitaan dan sengsara Kristus menyucikan dirinya. Kesucian diinya itu memberikan sumbangan bagi kekudusan Gereja. Melalui upacara sakramen pengurapan orang sakit, Gereja mengukuhkan dirinya sebagai umat Allah yang peduli terhadap sesama, mealui kehadiran anggota-anggotanya untuk turut mendoakan si sakit.
  4. Sakramen ini dapat menyiapkan orang agar bila akhirnya meninggal, ia layak menghadap Bapa.
KUTIPAN
Markus 6: 12-13
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Markus 16: 18
Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka meminum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; meeka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Kisah Para Rasul 9: 34, 14: 3
Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau: bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu bangunlah orang itu.
Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karuniaNya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat.

Yakobus 5: 13-16
Kalau ada seseorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seseorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Kalau ada seseorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Refleksi
  1. Jelaskan bagaimana pendapatmu tentang pernyataan "penyebab utama orang sakit adalah dosa orang tersebut"!
  2. Apa tujuan utama pemberian sakramen pengurapan orang sakit?