Rabu, 05 Mei 2010

Pelajaran 18 Sakramen Pengurapan Orang Sakit


Tujuan Pelajaran
Pada akhir pelajaran siswa dapat:
  1. Menjelaskan perasaan dan harapan orang yang menderita sakit
  2. Menjelaskan sikap yang muncul pada saat orang sedang menderita sakit
  3. Menunjukkan landasan biblis munculnya sakramen pengurapan orang sakit
  4. Menjelaskan mengenai sakramen orang sakit dan maknanya
  5. menyusun refleksi atas laporan kunjungan pada orang sakit.
Ringkasan Materi
Setiap orang mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap hidup. Itulah sebabnya mereka selalu berusaha dengan berbagai cara agar tetap sehat dan berupaya mengenyahkan hal-hal yang dapat mengancam hidupnya. Akan tetapi ada kalanya manusia akhirnya sakit bahkan sekarat. Dalam keadaan sakit manusia menyadari ketidakmampuan, keterbatasan, dan kefanaannya.

Pengalaman sakit disikapi oleh setiap orang secara berbeda-beda. Ada sebagaian orang yang senantiasa mengeluh dengan sakit yang dideritanya, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, merasa dibuang, ditinggalkan sanak keluarga merasa takut kalau-kalau dia mati, dsb. sikap-sikap tersebut cenderung menutup diri untuk sesama yang lain, putus asa dan memberontak kepada Tuhan. Namun ada pula sebagian orang yang menyikapinya secara positif, yaitu dengan menyesali perbuatan-perbuatan yang keliru di masa lalu, banyak berdoa dan berserah diri. Dalam ketidak berdayaannya itu, ia mencari sesama dan Tuhan.

Aapun sikap mereka, sebenarnya yang mereka butuhkan adalah dukungan dan kehadiran orang-orang yang terdekat dengan mereka misalnya keluarga, teman, sahabat, saudara, dll. Mereka membutuhkan orang-orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya dan yang siap menbantu dan melayaninya. Semuanya itu dapat meringankan penderitaannya.

Siapa yang berhak menerima sakramen pengurapan?
Orang yang berhak menerima sakramen penguraan adalah orang mengalami sakit parah atau sedang mengalami bahaya maut dan biasanya orang yang sedang mengalami menghadapi operasi besar.

Berapa kali sakramen Krisma dapat diterima?
Pada saat orang mengalami sakit berat atau dalam keadaan sekarat, orang dapat menerima sakramen pengurapan. Bila orang yang sudah menerima sakramen pengurapan dinyatakan sembuh, ia diperbolehkan lagi menerimanya apabila mereka mengalami sakit berat lagi di kemudian hari.

Bagaimana Sakramen pengurapan dirayakan?
  1. Sakramen pengurapan bisa dilakukan di gereja, rumah ataupun rumah sakit.
  2. Penerimaan sakramen ini diawali dengan pemberian sakramen tobat, mendoakan orang sakit, menerima pengurapan dan bila memungkinan bisa dilakukan penerimaan ekaristi.
  3. Simbol pokok dalam sakramen ini adalah Imam meletakkan tangan ke atas orang sakit sambil berdoa bagi si sakit dilanjutkan pengurapan dengan minyak.
Apa makna sakramen pengurapan?
  1. Sakramen pengurapan menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang menjadikan si penerima mempunyai kekuatan, ketenangan dan kebesaran hati untuk mengatasi kesulitan akibat sakit berat atau karena kelemahan akibat usia lanjut. Roh kudus memperbaharui dan menguatkan harapanserta imannya kepada Allah sehingga ia tidak putus asa dan takut pada kematia. Kekuatan Roh Kudus ini dapat pula membawa kesembuhan jiwa dan raga, maka bila bertobat akan diampuni dosanya.
  2. Sakramen pengurapan mengajak si penerima untuk mempersatukan penderitaan yang dialamainya dengan penderitaan Yesus Kristus. Dengan bercermin kepada sengsara Kristus ia dapat memikul penderitaannya, dengan penyerahan diri secara total kepada Bapa. Kalaupun pada akhirnya kematian merenggut dirinya, ia akan beroleh kebangkitan bersama Kristus.
  3. Sakramen pengurapan menganugerahkan rahmat Gerejani. Keikutsertaan dalam penderitaan dan sengsara Kristus menyucikan dirinya. Kesucian diinya itu memberikan sumbangan bagi kekudusan Gereja. Melalui upacara sakramen pengurapan orang sakit, Gereja mengukuhkan dirinya sebagai umat Allah yang peduli terhadap sesama, mealui kehadiran anggota-anggotanya untuk turut mendoakan si sakit.
  4. Sakramen ini dapat menyiapkan orang agar bila akhirnya meninggal, ia layak menghadap Bapa.
KUTIPAN
Markus 6: 12-13
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Markus 16: 18
Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka meminum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; meeka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Kisah Para Rasul 9: 34, 14: 3
Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau: bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu bangunlah orang itu.
Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karuniaNya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat.

Yakobus 5: 13-16
Kalau ada seseorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seseorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Kalau ada seseorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Refleksi
  1. Jelaskan bagaimana pendapatmu tentang pernyataan "penyebab utama orang sakit adalah dosa orang tersebut"!
  2. Apa tujuan utama pemberian sakramen pengurapan orang sakit?


3 komentar: